Berita






Pelantikan Satgas SAR Aceh Timur, Wakil Bupati Ceritakan Sejarah Sabtu, 24 November 2012 17:40 WIB ISKANDAR IDI RAYEUK - Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Syama'un, melantik Satuan Tugas SAR (Search and Rescue) Kabupaten Aceh Timur. Acara pelantikan itu dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan yang berada di Gampong Titi Baro, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Dalam sambutannya Syahrul Syamaun menyebutkan sejarah lahirnya organisasi SAR di Indonesia atau yang sekarang dikenal dengen Badan SAR Nasional (Basarnas) diawali dengan adanya penyebutan black area kepada suatu negara yang tidak memiliki organisasi SAR. "Dengan bebekal kemerdekaan akhirnya pada tahun 1950 Indonesia menjadi anggota Organisasi Penerbangan Internasional dan sejak saat itu Indonesia diharapkan mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di Indonesia," kata Syahrul Syama'un menjelaskan sejarah pendirian organisasi SAR di Indonesia. Atas dasar itulah, kata Syahrul, pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan untuk membentuk Panitia SAR. Syahrul juga menjelaskan, untuk Kabupaten Aceh Timur Satuan Tugas SAR telah ada sejak tahun 2009. "Pada saat itu namanya SAR Rayeuk Bicah, itulah cikal bakal SAR Aceh Timur," ujar Syahrul. Ketika melantik Satuan Tugas SAR Aceh Timur, Syahrul juga membacakan Surat Keputusan Kepala Kantor SAR Banda Aceh Nomor: HK.601/23/11/2012 tentang Perubahan Struktur Organisasi SAR Aceh Timur. Syahrul menyatakan dengan keluarnya SK tersebut maka SAR Riyeuk Bicah dinyatakan tidak belaku lagi. "Kita sekarang memasuki babak baru dari organisasi yang sangat banyak membantu masyarakat luas ini," kata Syahrul. Dalam amanatnya Syahrul juga menyatakan Satuan Tugas SAR mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian dan pengendalian search and rescue terhadap orang yang dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam pelayaran, penerbangan, serta memberikan bantuan dalam penanggulangan bencana dan musibah lainnya. Hal itu dikatakannya sesuai dengan peraturan tentang SAR baik nasional maupun internasional. "Atas dasar tugas pokok itulah, maka kehadiran Satuan Tugas SAR sangat dibutuhkan, mengingat wilayah Aceh Timur sering terjadi bencana alam. Dengan pelantikan ini, semoga dapat membantu pemerintah dalam membantu menangani korban bencana alam," kata Syahrul. [] Satgas SAR Aceh Timur Bersihkan Situs Kerajaan Islam Kamis, 08 November 2012 16:00 WIB ISKANDAR DI – Tim Satgas Search and Rescue (SAR) Kabupaten Aceh Timur menggelar gotong royong di lokasi situs sejarah Kerajaan Islam Peureulak yang terletak di Desa Paya Meuligoe, Kecamatan Peureulak. Tim Satgas SAR Aceh Timur dalam kegiatan bakti sosial tersebut bekerjasama dengan Pramuka Saka Bayangkhara Polres Aceh Timur dan Media Cildren Centre, Kamis 8 November 2012. “Dalam kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya 25 orang anggota Satgas SAR, Saka Bayangkhara dan CMC Aceh Timur sejak pagi kemarin terlihat antutias membersihkan pusara para raja, di lokasi situs sejarah kerajaan Islam Peureulak," ujar Abdul Musafir, Ketua Satgas SAR Aceh Timur yang didampingi Koordinator Saka Bayangkhara, Kamal Pasha kepada ATJEHPOSTcom, Kamis 8 November 2012. Katanya, upaya ini dilakukan untuk melestarikan situs sejarah yang ada didaerah tersebut. Apalagi, situs kerajaan Islam Peureulak juga merupakan salah satu kerajaan pertama masuknya Islam ke Nusantara ini. “Dengan adanya kegiatan yang kita lakukan ini dapat menggugah pihak lainya untuk sama-sama menjaga situs sejarah yang ada di daerah kita ini, kalau bukan kita siapa lagi," ujar Abdul Musafir. Dia berharap, agar situs sejarah tersebut terperlihara dengan baik Pemerintah Daerah Aceh Timur mau campur tangan dalam melestarikan objek Kerajaan Islam Peureulak ini agar tidak hilang ditelan kemajuan zaman.(bna)






 Satu Korban Tenggelam di Simpang Jernih Aceh Timur Ditemukan Rabu, 28 November 2012 11:15 WIB ISKANDAR IDI | Foto : ilustrasi IDI RAYEUK – Ahmad, sopir boat warga Desa Melidi, Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur yang tenggelam bersama tiga korban lainnya pada Senin petang, 26 November 2012 lalu telah ditemukan pada hari ini Rabu, 28 November 2012 sekitar pukul 07.00 wib pagi tadi. Saat ditemukan Ahmad sudah dalam kondisi tak bernyawa lagi. Informasi tersebut diperoleh ATJEHPOSTcom dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Timur, Elfiandi. Ahmad ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian. Korban pertama kali dilihat oleh warga dengan kondisi mengapung di atas air. Kemudian langsung dievakuasi oleh Satgas dari Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sementara itu tiga korban lainnya kata Elfiandi yaitu Martani warga setempat, dan dua guru SM3T asal Jawa Barat Winda Yulia dan Geugeut Zaludiosanusa Annafi masih belum diketahui keberadaannya hingga kini. Tim yang melakukan pencarian saat ini berasal dari BPBD Aceh Timur, SAR Banda Aceh dan Aceh Timur, TNI, Polri dan masyarakat setempat. Sebagaimana diberitakan sebelumnya empat orang tenggelam di sungai Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin petang, 26 November 2012 lalu. Dua di antaranya adalah masyarakat setempat sedangkan dua lainnya merupakan guru program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) yang berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat.[] ()ihn Berita sebelumnya:













Wabup Aceh Timur Minta Masyarakat Terus Pantau Korban Tenggelam di Simpang Jernih 
Minggu, 02 Desember 2012 15:10 WIB ISKANDAR IDI RAYEUK – Meskipun pencarian terhadap Geugeut Zaludiosanusa Annafi, guru SM3T yang tenggelam di sungai Simpang Jernih dinstruksikan selama tujuh hari, namun Wakil Bupati Kabupaten Aceh Timur Syahrul Syamaun tetap memerintahkan untuk terus memantau perkembangannya. “Bukan berarti menghentikan total terhadap pencarian korban yang hingga kini belum ditemukan,” ujar Syahrul, melalui saluran telepon kepada ATJEHPOSTcom, Minggu, 2 Desember 2012. Menurut Syahrul, jika jasad korban belum ditemukan selama tujuh hari, diperkirakan sudah pecah dan berada di dasar sungai. Karena itu, jasad korban dikhawatirkan tidak akan muncul lagi ke permukaan air. “Kita akan terus memantau meski tim SAR akan menghentikan pencarian selama tujuh hari,” katanya. Ia juga meminta kepada masyarakat Simpang Jernih dan sekitar sungai untuk selalu memantau jasad korban di sekitar sungai. Syahrul juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang selama ini telah membantu melakukan pencarian terhadap korban. Khususnya kepada seluruh tim SAR yang berasal dari Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Basarnas Provinsi Aceh. Sementara kepada keluarga korban, ia meminta agar tetap tabah. Syahrul juga menyampaikan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi di Simpang Jernih. “Mereka yang korban adalah putera-puteri terbaik bangsa yang telah mengabdikan pendidikannya di pedalaman Aceh Timur,” katanya. Ia juga meminta masyarakat untuk terus berdoa agar Geugeut bisa segera ditemukan.[] (ihn)








 Besok, Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Jernih Berakhir 
Minggu, 02 Desember 2012 21:50 WIB ISKANDAR IDI IDI – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur, menghentikan kegiatan pencarian korban tenggelam boat yang ditumpangi guru SM3T saat menyeberangi Sungai Simpang Jernih Senin 26 November 2012 lalu. Ini sudah memasuki hari ketujuh sejak peristiwa itu terjadi. Elfiandi, Kepala BPBD Aceh Timur, Minggu 2 Desember 2012 Kepada ATJEHPOSTcom melalui telepon gengamnya mengatakan, penghentian pencarian satu lagi korban tenggelam karena sudah memasuki hari ke tujuh. Pihaknya khawatir jika korban tidak berhasil menyelamatkan diri, kemungkinan tidak lagi muncul kepermukaan. “Mulai hari ini akan menarik semua tim yang tergabung dalam pencarian. Kabarnya tim dari SAR Aceh Timur, Tim SAR Aceh Tamiang dan Tim Basarnas Provinsi juga sudah menghentikan pencarian, “ujar Elfiandi. Satu lagi korban bernama Geugeut Zaludiosanusa Annafi hingga kini belum ditemukan. Meskipun proses pencarian dihentikan, namun kegiatan pemantauan terus dilakukan. Dirinya mengaku belum bisa memastikan kapan akan dilanjutkan pencariannya. Namun mengharapkan kepada warga untuk terus memantau. "Kepada warga yang telah membantu melakukan pencarian kami mengucapkan terima kasih,"ujarnya.[](zul)









 Sabtu, 2 Maret 2013 |
 10:08 63 Etnis Rohingya Ditemukan Nelayan Kuala Idi IDI RAYEUK - Sedikitnya 63 orang etnis Muslim Rohingnya, Myanmar, Kamis (28/2) kemarin, ditemukan oleh awak KM Bahari, kapal ikan nelayan asal Kuala Idi Aceh Timur, diperairan Aceh Utara.Pengungsi Rohingnya terdiri dari laki- laki, perempuan dan anak anak itu, ditemukan dalam satu boat tak bermesin mengapung di Selat Malaka. Kaum muslim tertindas di negerinya sendirinya kemudian dipindahkan keTPI Kuala Idi. Menurut pengakuan Abdul Hakim (52) salah seorang pengungsi Rohingnya, mereka mengapung di laut selama 5 hari setelah dari Myanmar ke Thailand 15 hari. "Kami dari Myanmar rencana menuju Malaysia, namun setiba dkawasan perairan Thailand. Kami ditangkap, lalu dilepaskan kembali ke laut," ujar Abdul Hakim kepada Rakyat Aceh dalam bahasa Melayu bercampur bahasa Rohingnya.Abdul Hakim bersama istri dan 3 anaknya mengatakan, boat mereka tumpangi tersebut berangkat tanggal 5 Februari 2013 dari Desa Acap, Myanmar menuju Thailand. Kemudian selama 5 hari dari Thailand, mereka terapung-apung karena kehabisan bahan bakar dan makanan hingga ditemukan oleh nelayan Idi, KM Bahari. Begitu sampai, sekitar 1 jam para pengungsi untuk sementara ditampung di kantor UPTD Perikanan dan Kelautan Aceh Timur guna didata dan diberi bantuan makanan. Setelah para pengungsi ini didata dan diberi makan, pada pukul 22.30 WIB diangkut dengan menggunakan dua bus menuju Kantor Imigrasi Langsa. Pengungsi tersebut terdiri laki-laki dewasa 39 orang, 10 perempuan dewasa serta anak-anak 14 orang (9 laki-laki dan 5 perempuan), sementara ditampung di Kantor BLK Langsa dan diantar langsung oleh Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Syama'un, Sekda Drs. Bachrumsyah, MM. Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir, Sik dan Camat Idi Rayeuk Zulkhaidir, SH, serta SAR Aceh Timur. (yas).


Hanyut Semalaman di Sungai Arakundo
Senin, 11 Maret 2013 | 10:35
Tim Sar Temukan Korban Tenggelam


Julok-Setelah semalaman melakukan pencarian, Sabtu (9/3) pukul 22.30 WIB, jenazah Anto (27) warga Linggar Jati RT 0406 Kelurahan Caringin Kecamatan Ki Solok, Kabupaten Suka Bumi Jawa Barat akhirnya ditemukan. KOrban awalnya tenggelam di Sungai Arakundo, Lhok Seuntang, Julok, Aceh Timur. Proses evakuasi mayat ini terus berlangsung hingga larut malam.

Jenazah korban dibawa oleh Tim SAR, Pol Air, BPBD dan Masyarakat dari aliran Sungai Arakundo sekitar 2 Km dari lokasi jatuh. Tubuh Anto ditemukan dalam kondisi telungkup di air.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Anto yang tidak dapat berenang jatuh kesungai saat hendak menyebrang sungai mencari rumpun sebagai pakan ternak peliharaannya di Desa Lhok Seuntang kecamatan Julok Aceh Timur pada Jumat (8/3) sekira pukul 16 :30 WIB.

Kemudian jenazah korban oleh Tim gabungan SAR Aceh Timur, dengan menggunakan speed Boat Milik BPBD Aceh Timur mengevakuasi jenazah korban. Informasi yang diperoleh Metro Aceh, jenazah korban tenggelam tersebut telah dikebumikan di Desa Lhok Seuntang Kecamatan Julok Aceh Timur. Kepergian korban menghadap sang pencipta, meninggalkan duka mendalam bagi isterinya yang sedang hamil tua.(yas)

 

Pencari Kayu Alim Hilang Di Hutan Lesten Aceh Tamiang


KANTOR SAR BANDA ACEH – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 5 korban yang diketahui hilang di hutan saat hendak mencari Kayu Alim ( kayu beraroma harum). Informasi tersebut diperoleh pada Senin (11/03) Pukul 10.15 WIB,sedangkan diketahui korban hilang semenjak Senin (04/03) pukul 10.00 WIB dikawasan Hutan Lesten Aceh Tamiang.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari pihak keluarga korban bahwa salah seorang dari lima sekawan yakni Zakaria, jatuh ke jurang dan alami patah tulang.  Kondisi ini disampaikan kepada keluarga korban Minggu (03/03) siang oleh dua rekannyamelalui handphone Terkendala jaringan yang buruk komunikasi tersebut baru bisa dilaksanakan setelah mereka keluar dari hutan dengan jarak dari lokasi kejadian ditempuh selama dua hari perjalanan. Mendengar informasi tersebut pihak keluarga memutuskan untuk mencari kelima korban yakni Zakaria, Awaluddin, Hermanto, Iyan, dan David dengan mengutus tujuh warga setempat pada Kamis (07/03) sekitar pukul 17.00 WIB. Namun naas ketujuh pencari yang diutus belum juga kembali, akhirnya pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa setempat dan diteruskan ke Satuan Tugas (Sagas) SAR Aceh Tamiang.
Tim SAR Kantor SAR Banda Aceh (11/03) pukul 12.30 WIB terdiri dari satu tim bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi SAR menggunakan kendaraan angkut personil, peralatan komunikasi evakuasi, peralatan mountenering dan peralatan safety serta logistikSelasa (12/03) pukul 10.00 WIB tim SAR Kantor SAR Banda Aceh tiba di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Satgas SAR Aceh Tamiang untuk melakukan pencariabersama TNI, Polres Aceh Tamiang, BPBD Aceh Tamiang, RAPI, Tagana Aceh Tamiang, Satgas SAR Langsa, Satgas SAR Aceh Timur dan masyarakat setempat melakukan operasi SAR.
Tim SAR (Search And Rescue) gabungan yang dipimpin oleh Khairul Nova dari Kantor SAR Banda Aceh bergerak menuju kaki bukit hutan Lesten dan mendirikan Posko pada koordinat 03 57.69 N – 097 59.22 E. dan Posko kedua di koordinat 03 54 69 N – 97 55 46 E. Jarak Pos I ke Pos II menempuh waktu sehari perjalanan, Posko untuk pemantauan berada sekitar 25 kilometer selatan Tenggulun. Tim SAR gabungan terkadang beberapa saat dapat berkomunikasi dengan salah satu korban melalui handphone yang digunakan oleh korban. Informasi yang diterima bahwa terdapat beberapa korban yang tidak bisa berjalan dan dalam keadaan kritis. Perjalanan melalui darat yang menempuh waktu hingga dua hari akhirnya berhasil melacak keberadaan korban pada Jum’at (15/03) pukul 10.05 WIB di posisi koordinat 03 54.768 N – 097 54.482 E sekitar Bukit Tringgiling. Rombongan yang hilang tersebut berjumlah 12 orang, dengan rincian lima orang pencari kayu alim dan tujuh orang tim pencari yang akhirnya juga dilaporkan hilang.
Setelah mendapatkan lokasi korban, Kantor SAR Banda Aceh berkoordinasi dengan IDMCC Basarnas Pusat dan Kantor SAR Medan untuk evakuasi dengan pengerahan satu unit helikopter dari Pihak Kantor SAR Medan dikarenakan lokasi yang dapat dijangkau pada wilayah kerja Kantor SAR Medan Sumatera Utara. Sekitar pukul 13.45 WIB Heli dari pihak Kantor SAR Medan terbang ke kawasan Hutan Lesten namun sekitar pukul 16.00 WIB heli tidak dapat langsung melakukan evakuasi dikarenakan terjangan angin kencang dan kembali ke Sumatera Utara.
Sampai dengan berita ini dilaporkan Tim SAR masih melakukan pertolongan terhadap korban.










Rakyat Diminta Awasi Pelayanan PublikPelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...

>> index

JENAYAH


Polisi Akan Kurangi Tindakan Tilang Bagi PelanggarKorlantas Mabes Polri akan menempuh kebijakan baru dalam mengelola lalu lintas...

>> index

INTERNASIONAL


Dua Ledakan di Masjid, 45 TewasDua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...

>> index


HOTLINE
061-7883059


OBIS


Tenang DibuiPada Selasa (19/3), sekitar pukul 11.30, aktris Julia Perez tiba di Rutan Pondok Bambu untuk menjalani hukuman tiga bulan penjara...

 Sebelumnya
  Belum Siap Berjilbab
  Demi Playboy Operasi Payudara
  Demi Playboy Operasi Payudara
OLAHRAGA ACEH


Formi Aceh Gelar Kejurda Olahraga TradisionalTAKENGON - Federasi Olah Raga Masyarakat Indonesia (Formi) Aceh bekerjasama dengan...

>> index